SUMMER CAMP
Hilir mudik angin sore disertai teriakan canda anak" kampung yang berlarian di sawah membuat para santri As Sholihin juga ingin ikut bergabung bersama mereka, tapi apalah daya mereka yang sudah memiliki jadwal kegiatan harian yang harus dilakukannya. Alhasil mereka hanya bisa memandangi sesekali ketika melalui jalan tersebut. Ya, memang kebetulan letak asrama mereka yang langsung berhadapan dengan bentangan sawah yang sangat luas yang mana di musim panas ini sawah sebelah asrama mereka kosong setelah panen padi beberapa hari yang lalu.
"Camping bersama teman - temanya untuk mengisi peluang yang ada yakni lahan kosong disaat musim panas ini akan menjadi kegiatan yang sangat berkesan. Tidur di bawah tenda bersama-sama, bekerja sama untuk satu tujuan, dan lebih dekat dengan alam membuat belajar begitu seru", ungkap ustadz Akromin di suatu malam. " Dan satu lagi, sebagai persyaratan nya untuk mengikuti kegiatan tersebut santri wajib melewati tantangan yang diberikan oleh ustadz dan ustadzah mereka contohnya: menghafalkan do'a" harian, juz 30, mahfudzot, mufrodat dan lain sebagainya. Karena, itu semua yang akan di ujikan juga ketika mereka belajar di alam." ,Ucap beliau.
Disaat malam itu juga kami memutuskan untuk memberikan nama dengan sebutan "SUMMER CAMP" yang memiliki makna perkemahan di musim panas.
Satu hari sebelum acara dimulai kami melakukan khaulal qoryah di area sawah yang akan kami tempati, dengan lantunan sholawat di pagi yang masih gelap itu kami berharap agar acara besok berjalan dengan lancar tanpa ada halangan apapun karena memang kenyataannya di alam yang terbuka itu pasti tidak hanya kami manusia saja tapi ada banyak juga makhluk" Allah yang lainya. Setelah itu kita juga melakukan kerja bakti bersama - sama untuk merobohkan serta meratakan gerabah di area yang akan kita tempati.
Esoknya setelah semua perlengkapan sudah terkumpul dan persyaratan sudah terpenuhi, kami bersama - sama menuju tempat yang akan kami tempati untuk belajar di alam bebas. Dimulai dengan pengecekan barang para santri kemudian di lanjutkan dengan pendirian tenda prisma masing - masing. Tak terasa waktu sudah gelap, sayup" adzan sudah mulai terdengar dari beberapa penjuru, akan tetapi ada saja dari mereka yang tendanya masih belum berdiri bahkan salah . Haduh.. tanpa ba bi bu lagi, para pengawas langsung meluncur ke arah tenda tersebut dan membantunya.
Karena hari sudah malam maka seluruh santri digilir dari arah sawah ke musholah untuk sholat Maghrib yang kemudian di lanjutkan dengan makan malam .
Malam yang dingin nan sejuk, diacara summer camp ini. Malam yang selalu kami tunggu. Ya, malam Api Unggun, banyak cerita yang kami suka dari sana. Mulai dari menyalakan api hingga padamnya api. Selain menikmati indahnya malam dengan api unggun kami juga melakukan pertunjukan" yel - yel dan penampilan dari berbagai kelompok. Tak terasa malam semakin larut dan acara api unggun pun berakhir, mereka para santri pun beranjak untuk istirahat di tenda masing".
Waktu menunjukkan pukul 02.30, inilah kegiatan yang tidak mereka duga. Mereka di bangunkan secara paksa kemudian kami tutup mata mereka dengan kain yang sudah disiapkan. Setelah itu kami giring mereka menuju lapangan untuk kami introgasi satu persatu dan tak lupa juga kami beri mereka kejutan yang spesial di malam itu. Mau tau, apa sih kejutan nya? ya tanya sendiri aja sama mereka yang sudah merasakan oke wkwk. Ya, inilah yang dinamakan dengan jerit malam. Tamparan hebat dan juga tangis menghiasi kesunyian malam itu, bagaimana tidak, ustadz andalan kami melantunkan sajak demi sajak dengan penuh penghayatan di tengah" kami yang saling merenung dalam rangkulan satu sama lain.
Senam pagi tak pernah terlupakan di setiap kegiatan seperti ini untuk merilexkan badan sejenak. Setelah usai kami memberikan kesempatan kepada mereka untuk berkreativitas memasak makanan sendiri di pagi hari itu sesuai dengan bahan yang sudah kami sediakan, jadi apapun yang matang itulah yang akan mereka makan. Seru nggak sih? Apalagi bagi mereka yang nggak pernah masak. wkwk
Tak kalah kerennya dengan waktu malam, di siang hari mereka semua per regu di sibukkan dengan berbagai macam rintangan yang memiliki nilai edukasi dan filosofi masing – masing di setiap pos nya.Sebelum mereka beranjak, kami lakukan adu yel – yel terlebih dahulu dengan semangat. Barulah yang paling semangat kami beri kesempatan untuk memulai jalan terlebih dahulu. Untuk menuju ke pos – pos mereka hanya di bekali dengan dengan selembar peta dan sedikit arah panah di jalan – jalan. Sudah sangat jelas dengan alat bantuan itu, ada saja regu yang tersesat jauh nan di mata wkwk. Mereka adalah regu naga dan garuda. Disetiap perjalanan menuju pos mereka juga diberi macam – macam tugas dan amanah yang berbeda-beda. Intinya semua dari tantangan – tantangan yang kami berikan memiliki banyak manfaat serta makna salah satunya kekompakan, kebijaksaaan, keberanian, ketangkasan dan masih banyak lain sebagainya .
Perkemahan di akhiri sore itu juga, tersirat di wajah mereka rasa lelah yang menyenangkan. Dengan berakhirnya acara ini kami berharap mereka lebih semangat dalam menuntut ilmu serta ibadah dalam kegiatan sehari – harinya. Aamin .